Supervisi
akademik adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya
mengelola proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran (Daresh, 1989,
Glickman, et al; 2007). Supervisi akademik tidak terlepas dari penilaian
kinerja guru dalam mengelola
pembelajaran. Sergiovanni (1987) menegaskan bahwa refleksi praktis penilaian
kinerja guru dalam supervisi akademik adalah melihat kondisi nyata kinerja guru
untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan, misalnya apa yang sebenarnya terjadi di
dalam kelas?, apa yang sebenarnya dilakukan oleh guru dan siswa di dalam
kelas?, aktivitas-aktivitas mana dari keseluruhan aktivitas di dalam kelas itu
yang bermakna bagi guru dan murid?, apa yang telah dilakukan oleh guru dalam
mencapai tujuan akademik?, apa kelebihan dan kekurangan guru dan bagaimana cara
mengembangkannya?. Berdasarkan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan ini akan
diperoleh informasi mengenai kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran. Namun
satu hal yang perlu ditegaskan di sini, bahwa setelah melakukan penilaian
kinerja berarti selesailah pelaksanaan supervisi akademik, melainkan harus
dilanjutkan dengan tindak lanjutnya berupa pembuatan program supervisi akademik
dan melaksanakannya dengan sebaik-baiknya.
Selasa, 16 Juni 2015
Senin, 27 April 2015
Kisruh Menpora dan PSSI
Konflik yang terjadi antara PSSI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengundang keprihatinan dari berbagai pihak. Mantan Anggota Komite Normalisasi (KN) PSSI FX Hadi Rudyatmo meminta konflik tersebut segera diakhiri agar persepakbolaan di Indonesia bisa terselamatkan.
Wali Kota Solo yang akrab disapa Rudy tersebut menilai untuk mengakhiri, kekisruhan PSSI dan Menpora tak perlu melibatkan Presiden Joko Widodo. Rudy beralasan, urusan tersebut bukan kapasitas seorang presiden, karena sudah sudah ada seorang Menpora di dalamnya.
“Presiden Jokowi tidak perlu ikut campur konflik Menpora dan PSSI. Jokowi tak berhak mengurusi sepakbola, biarkan beliau ngurusi negara, karena ini bukan ranahnya. Menpora harus bisa menyelesaikan persoalan ini karena sudah dipercaya presiden," ujar Rudy, Senin (27/4).
Menurut Rudy, jika presiden ikut campur konflik PSSI dan Menpora, maka tidak ada gunanya mengangkat Menpora. Selain itu, lanjut Rudy, negara juga masih memiliki BOPI, KONI, KOI, yang bisa membantu mengatasi konflik itu.
Terkait keputusan Menpora yang melarang bergulirnya kompetisi persepakbolaan tanah air, Rudy menilai langkah tersebut tidak pas. Ia menyarankan agar perselisihan dalam tubuh PSSI harus segera diselesaikan dan dicari jalan keluarnya, bukan malah melibatkan lainya.
“Jangan melibatkan lain-lainya, kalau ada persoalan di PSSI, carikan solusinya. Jangan menghentikan kompetisi yang sudah berjalan,” harap Rudy.
Rudy juga meminta kepada Kemenpora agar melakukan komunikasi dengan FIFA, terkait pembenahan dalam tubuh PSSI. Sehingga kompetisi bisa dijalankan, bukan malah dihentikan secara paksa.
Kemenpora harus berkomunikasi dengan FIFA, biar tahu apa saja yang harus dibenahi, yang lebih penting bagaimana agar kompetisi tetap berjalan," pungkasnya. (ars/pra) Sumber bola.net ( 27 April 2015)
Wali Kota Solo yang akrab disapa Rudy tersebut menilai untuk mengakhiri, kekisruhan PSSI dan Menpora tak perlu melibatkan Presiden Joko Widodo. Rudy beralasan, urusan tersebut bukan kapasitas seorang presiden, karena sudah sudah ada seorang Menpora di dalamnya.
“Presiden Jokowi tidak perlu ikut campur konflik Menpora dan PSSI. Jokowi tak berhak mengurusi sepakbola, biarkan beliau ngurusi negara, karena ini bukan ranahnya. Menpora harus bisa menyelesaikan persoalan ini karena sudah dipercaya presiden," ujar Rudy, Senin (27/4).
Menurut Rudy, jika presiden ikut campur konflik PSSI dan Menpora, maka tidak ada gunanya mengangkat Menpora. Selain itu, lanjut Rudy, negara juga masih memiliki BOPI, KONI, KOI, yang bisa membantu mengatasi konflik itu.
Terkait keputusan Menpora yang melarang bergulirnya kompetisi persepakbolaan tanah air, Rudy menilai langkah tersebut tidak pas. Ia menyarankan agar perselisihan dalam tubuh PSSI harus segera diselesaikan dan dicari jalan keluarnya, bukan malah melibatkan lainya.
“Jangan melibatkan lain-lainya, kalau ada persoalan di PSSI, carikan solusinya. Jangan menghentikan kompetisi yang sudah berjalan,” harap Rudy.
Rudy juga meminta kepada Kemenpora agar melakukan komunikasi dengan FIFA, terkait pembenahan dalam tubuh PSSI. Sehingga kompetisi bisa dijalankan, bukan malah dihentikan secara paksa.
Kemenpora harus berkomunikasi dengan FIFA, biar tahu apa saja yang harus dibenahi, yang lebih penting bagaimana agar kompetisi tetap berjalan," pungkasnya. (ars/pra) Sumber bola.net ( 27 April 2015)
Instrumen UN
Ujian Nasional atau UN untuk tingkat SMP/M akan segera dilaksanakan pada tanggal 4 Mei sampai dengan 7 Mei 2015, agar penyelenggaraan UN berjalan sukses dan lancar perlu didukung beberapa pihak antara lain pihak sekolah, pihak pemerintah, dan orang tua peserta didik.
Penyelenggaran UN disekolah juga mempunyai perana sangat penting utamya dalam mempersiapkan penyelenggaraan UN. agar penyelenggaraan berjalan sesuai rencana perlu didukung dokumen administrasi, kelengakapan administrasi merupakan salah satu indikator kesiapan sekolah dalam mennyelenggaran Ujian.
Penyelenggaraan Monitoring dan Evaluasi hal yang wajib dilaksanakan untuk memantau sejauh mana UN dilaksanakan di sekolah, Monev UN dilaksanakan gabungan dari dindik dan kemenag, untuk contoh instrumen MONEV UN 2015 dapat menngunduh instrumen monev disini.
Penyelenggaran UN disekolah juga mempunyai perana sangat penting utamya dalam mempersiapkan penyelenggaraan UN. agar penyelenggaraan berjalan sesuai rencana perlu didukung dokumen administrasi, kelengakapan administrasi merupakan salah satu indikator kesiapan sekolah dalam mennyelenggaran Ujian.
Penyelenggaraan Monitoring dan Evaluasi hal yang wajib dilaksanakan untuk memantau sejauh mana UN dilaksanakan di sekolah, Monev UN dilaksanakan gabungan dari dindik dan kemenag, untuk contoh instrumen MONEV UN 2015 dapat menngunduh instrumen monev disini.
Minggu, 22 Februari 2015
Sistematika PTK dan PTS
DAFTAR ISI
·
HALAMAN
JUDUL
·
LEMBAR
PENGESAHAN
·
PERNYATAAN
·
KATA
PENGNTAR
·
DAFTAR
ISI
·
DAFTAR
TABEL
·
DAFTAR
GAMBAR
·
DAFTAR
LAMPIRAN
·
ABSTRAK
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masalah..........................................................................
B.
Identifikasi
Masalah................................................................................
C.
Pembatasan
Masalah.............................................................................
D. Rumusan Masalah ( Mengarah pada proses dan hasil,
minimal dua rumusan
masalah)..................................................................................
E.
Tujuan
Penelitian....................................................................................
F.
Manfaat
Penelitian.................................................................................
BAB II LANDASAN TEORI DAN
HIPOTESIS TINDAKAN
A.
Landasan
Teori (Variabel tindakan menjelaskan apa, megapa dan
bagaimana).............................................................................................
B.
Penelitian
yang relevan ( jika
ada)..........................................................
C.
Kerangka
Berfikir
Penelitian...................................................................
D.
Hipotesis
Tindakan.................................................................................
BAB III METODE PENELITIAN
A.
Setting
Penelitian...................................................................................
B.
Subyek
Penelitian...................................................................................
C.
Sumber
Data..........................................................................................
D.
Teknik
dan alat Pengumpulan Data......................................................
E.
Validasi
data..........................................................................................
F.
Analisis
Data..........................................................................................
G.
Indikator
Kinerja....................................................................................
H.
Prosedur
Penelitian ( Rinci setiap siklus, mulai perencanaan , pelaksanaan observasi dan
refleksi)
BAB IV HASIL PENELITIAN
A.
Deskripsi
Kondisi Awal..........................................................................
B.
Deskripsi
Tiap Siklus ( minimal 2 siklus dengan 3 x pertemuan)..........
C.
Pembahasan
Tiap dan antar siklus ( perbandingan antar siklus dalam bentuk tabel dan
grafik)..................................................................................
BAB. V PENUTUP
A.
Simpulan................................................................................................
B.
Saran-
saran...........................................................................................
Bagian
Penunjang
1.
Daftar
Pustaka
2.
Lampiran-lampiran
Langganan:
Komentar (Atom)